Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution menyesalkan aliran dana dari Bank Indonesia ke DPR jilid kedua. “Inilah yang paling menyedihkan buat kita,” katanya usai diskusi mengenai Good Governance di Radio Republik Indonesia, Jakarta. Kasus tersebut akan mengurangi tingkat kepercayaan terhadap bank sentral. “Kalau seperti ini mana percaya kita sama rupiah,” katanya.
Hal-hal seperti ini, menurut dia, membutuhkan perbaikan sistem good governance di Bank Indonesia. Bila Menteri Perekonomian Boediono terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia, maka ini adalah pekerjaan rumah bagi dia.
BPK saat ini juga telah melakukan audit terhadap laporan keuangan bank sentral. Namun dia memastikan aliran dana Bank Indonesia ke DPR jilid kedua, jumlahnya lebih kecil daripada aliran dana BI yang pertama. Sebelumnya, Brigade Pemburu Koruptor, Koalisi Anti Utang dan Celgor melansir hasil investigasi perihal aliran dana BI jilid kedua. Total dana yang disetor dari bank sentral ke Anggota DPR sekitar Rp 3,8 miliar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar